Kegiatan ini berupa sebuah kajian dan praktek shalat jenazah secara rinci.
UKMF FKI Al-Azzam merupakan organisasi internal yang berada di lingkungan FISIB UTM dalam ranah keislaman. Sebagai organisasi keislaman, sudah menjadi tanggungjawab Al-Azzam untuk meneguhkan dan mengajarkan tatacara shalat sesuai dengan ajaran Islam terhadap mahasiswa FISIB secara khusus, dan mahasiswa UTM secara umum.
Mustofa Khairurrahman, Ketua Umum UKMF FKI Al-Azzam mengatakan, langkah yang diambil oleh Al-Azzam adalah untuk kebermanfaatan yang tetap tetap dilandaskan terhadap kebutuhan mahasiswa.
“Kajian dan praktek ini digelar setelah saya melihat banyak sekali mahasiswa yang masih tidak terlalu faham terhadap shalat jenazah” Ujarnya “Studi kasus ini saya temukan setelah banyak mahasiswa langsung pulang setelah shalat jum’at, padahal masih ada shalat jenazah yang waktu itu kebetulan ada orang meninggal” Tambahnya.
Kajian dan praktek Shalat Jenazah digelar mulai dari jam 15.00 – 17.30 dengan hikmat. Pemateri menyampaikan penjelasan secara rinci dan praktek langsung terhadap peserta yang bersedia menjadi relawan.
Pemateri yang akrab disapa Zaen juga menyampaikan, praktek tatacara Shalat Jenazah yang dibawakan disesuaikan dengan adat dan tradisi yang lumrah dilakukan oleh masyarakat Madura.
“Sebenarnya Shalat Jenazah itu simpel, namun kadangkala ada sebagian wilayah yang memiliki tradisi tersendiri dalam menjalankannya” Katanya. “Jika mengkafani Jenazah laki-laki ada tiga lapis kain, satu kain dibagian tengah, 1 di kanan, dan 1 di bagian kiri. Sementara jika Jenzahnya Perempuan, ditambah dua lapis lagi sebagai gamis dan kerudung Jenzah” Tambahnya.
Zaen, dalam kajian yang digelar oleh UKMF FKI Al-Azzam juga menyampaikan, terdapat rentetan bacaan dalam menshalatkan Jenazah disetiap takbirnya, diantaranya:
Takbir Pertama, membaca Surat Al-Fatihah
Takbir Kedua, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
Takbir Ketiga, Membaca Do’a untuk Jenazah (Allahummagfirlahu warhamhu/ha wa’afihi/ha wa’fuanhu/ha)
Takbir Keempat, membaca Do’a Shalat Jenzah (Allahmumma la tahrimna ajrohu/ha Walaa taftihna ba’dahu/ha Wagfirlana walahu/ha)
“Doa untuk takbir ketiga dan keempat sebenrnya bisa lebih panjang atau lebih pendek. Namun, jika di Madura biasanya takbir keempat tidak membaca doa” Jelasnya.
Terakhir, Mahasiswa yang akrab disapa Ifan itu juga menyampaikan, kajian dan praktek Shalat Jenazah ini diharapkan dapat berdampak bagi mahasiswa FISIB secara khusus, dan mahasiswa UTM secara umum. “Semoga semakin banyak mahasiswa yang tidak menyepelekan Shalat Jenazah, karena mereka akan membutuhkannya setelah meninggal” Tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar