Senin, 07 Juli 2025

KKN UTM Kelompok 19 Gelar Sosialisasi dan Implementasi Pengomposan di Desa Sana Dajah

Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 19 Desa Sana Dajah terus aktif melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat. Salah satu kegiatan terbaru yang dilaksanakan adalah sosialisasi dan implementasi teknik pengomposan sebagai bentuk dukungan terhadap praktik pertanian ramah lingkungan.

Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 6 Juli 2025, di Balai Desa Sana Dajah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan metode pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos kepada para petani, sebagai langkah nyata dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh sekitar 20 peserta yang terdiri dari petani lokal dan perangkat desa. Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi serta berdiskusi aktif mengenai berbagai tantangan dalam pengelolaan limbah pertanian. Kegiatan ini juga menjadi wadah peningkatan kapasitas petani dalam menghadapi dampak perubahan iklim serta memperkuat ketahanan pangan lokal.

Materi sosialisasi disampaikan oleh tiga pemateri utama, yakni Zainulloh, Nurul Choiriya, dan Misyka Az Zujaja Asy Syaukati. Mereka menjelaskan secara rinci tentang pentingnya daur ulang limbah organik, teknik pembuatan kompos yang sederhana namun efektif, serta manfaat jangka panjang pengomposan terhadap kesuburan tanah dan pengurangan ketergantungan pada pupuk kimia.

Salah satu pemateri, Misyka, menekankan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah organik. “Dengan memanfaatkan limbah seperti daun kering menjadi pupuk kompos, kita tidak hanya mengurangi penggunaan pupuk kimia, tetapi juga turut menjaga kualitas lingkungan dan meningkatkan produktivitas pertanian,” jelasnya dalam sesi penyampaian materi.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga mencakup sesi praktik langsung, di mana peserta diberikan pelatihan pembuatan kompos menggunakan metode yang aplikatif dan mudah diterapkan. Para petani juga dibekali dengan starter kit pengomposan serta dibentuk kelompok tani untuk mendukung keberlanjutan program ini.

Nurul menambahkan bahwa proses pengomposan tidak membutuhkan teknologi tinggi, namun tetap efektif dalam skala rumah tangga maupun kelompok tani.

“Kami menunjukkan bahwa teknologi tepat guna seperti ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Asalkan ada kemauan dan kesadaran, masyarakat bisa mulai dari lingkungan rumah masing-masing,” katanya.

Lebih lanjut, Misyka juga menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki potensi membuka peluang usaha baru di bidang pengelolaan limbah organik. “Melalui kreativitas dan kolaborasi, masyarakat Desa Sana Dajah dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka melalui pengembangan produk kompos,” ujarnya.

Dengan adanya pelatihan ini, Nurul berharap masyarakat Desa Sana Dajah dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menerapkan pertanian berkelanjutan dan pengelolaan limbah berbasis masyarakat.

Koordinator Desa KKN 19, Zainulloh, turut mengungkapkan harapannya terhadap kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya kesadaran lingkungan dan kreativitas dalam pengelolaan sampah organik. “Kami berharap, melalui sosialisasi dan implementasi ini, masyarakat dapat mengubah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan dan kehidupan mereka sehari-hari,” pungkasnya. (Mk*)

Teguhkan jadi Organisasi Berdampak, UKMF FKI Al-Azzam Menggelar Kajian dan Praktek Shalat Jenazah

Bangkalan,  Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Forum Kajian Islam (FKI) Al-Azzam, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FIS...